"Gerimis jel, bau tanah."
"Tau gak Da, namanya apa?"
"Apa?"
"Bau tanah kalo ujan tuh petrichor,"
"Apa patrikor?"
"Petrichor,"
"ooh. Apa Patrikur?"
"Petrichor, Da. Petrichor."
"Oooh. Petrikor."
"iya, P-E-T-R-I-C-H-O-R"
Demikian lah cuplikan dialog antara nadya dan temannya Aida yang kupingnya sedang bermasalah-_-. Hmmm, sebenernya intinya bukan itu sih. Setelah dialog itu, sadarlah diri ini kalau masih banyak orang yang belum mengetahui tentang petrichor ini (oke ini lebay) Let's go to the point aja deh. Cuma mau jelasin apa itu petrichor dan bagaimana dia bisa terjadi.
Kalau liat definisinya di kamus sih petrichor itu "(n.) the scent of rain on dry earth".
Orang-orang biasa nyebut bau tanah/rumput. Kata orang yunani, petrichor itu cairan halus yang mengalir di dalam nadi para dewa. Kalo kata ilmuwan, senyawa ini dilepaskan oleh tumbuh-tumbuhan pada musim kering lalu diserap oleh tanah dan bebatuan. oleh bebatuan, senyawa itu dilepaskan kembali ketika kelembaban udara mengalami perubahan drastis misalnya menjelang dan sesudah hujan turun. ada teori lain yang mengatakan bahwa bau khas saat hujan disebabkan oleh spora yang dihasilkan oleh bakteri bernama actinomycetes. bakteri ini biasanya hidup di tanah basah, namun mudah mati ketika tanah itu kering atau kehilangan kelembaban. sebelum mati, bakteri tersebut meninggalkan telur-telur dalam bentuk spora yang memiliki daya tahan jauh lebih kuat. dalam kondisi tanah kering, spora itu mengalami hibernasi sehingga bisa hidup hingga bertahun-tahun. ketika hujan turun membasahi tanah, spora-spora itu hidup kembali dan beberapa di antaranya melepaskan diri dari tanah dan terhirup oleh manusia. bau hujan yang khas itu sebenarnya merupakan spora yang terhirup oleh manusia.Hmmm.. baunya enak kan yah? :)
ps. i do not own images above


No comments:
Post a Comment