Showing posts with label MY CREATION. Show all posts
Showing posts with label MY CREATION. Show all posts

Wednesday, April 15, 2015

Hoarder

I walk into the grocery sections, looking at my shopping list. I stop and sigh, this is so hard i can't make it now. I crumple the list and throw it into the nearest bin. I have put plenty of things that are not written on the list. Two times more than what I have written. Or even much, much more. Like ten times? i don't know. I just put everything that catches my eyes into the chart.  I don't care whether i need it or not.

I continue to walk just to stop within seconds. I see an elderly diapers. What a cute box! You tell me i don't need it, i will keep purchasing it. Whatever, i don't care.  I put it into my chart and now it's full. Stop, enough please, i beg to myself. But then again, on the way to the cashier, the toy sections grab my attention.

The inner conflict starts to appear again. A side of my brain tells me to stop while on the other side, it creates excuses to buy it. I know i don't need toys, but this one is good. I can give it to my daughter. Nothing to lose, right? I lift my hand to grab it, but something makes me stop. I slowly drop my hand.

I can give it to my daughter.

That sentence stroke my heart, echoed in my mind. I get down on my knees and burst into tears as i realize that they just left this morning. My daughter and my husband. Left me alone to live with my disorder. My life is a total mess. A hoarder like me doesn't deserve a family life.

***

Friday, April 10, 2015

Another Flash Fiction


Matahari mulai merendah. Sinar jingganya mengintip dan menyelinap dari balik gedung-gedung. Aku menutup pagar rumah temanku dan berjalan menapaki gang kecil menuju jalan raya. Hari ini benar-benar menyenangkan. Bermain bersama teman, menjadi diri sendiri dan melakukan hal-hal normal lainnya yang biasa dilakukan anak sekolah dasar. Sesekali, aku memang perlu melakukan hal-hal semacam itu. Aku berhak memperoleh kesenangan walaupun aku tahu, akan ada harga yang harus kubayar untuk kesenangan kecil itu. 

Aku terus berjalan hingga gang rumahku tinggal beberapa langkah lagi. Aku memperlambat langkahku. Kesenganganku mulai terhapus, digantikan oleh kegelisahan. Otakku mulai berpikir tentang apa yang harus kukatakan pada ibu. Tidak mungkin aku jujur, aku telah meninggalkan  tanggung jawabku hanya untuk bermain. Ibu pasti marah besar. Ah, tak apalah, aku berbohong untuk kebaikanku kali ini. Rasanya lebih baik berdosa daripada dimarahi ibu. 

Kubayangkan pertanyaan yang akan dilayangkan ibu dan bagaimana aku akan dengan percaya diri menjawabnya. Namun, semakin aku dekat dengan rumah, keberanianku semakin goyah. Ingin sekali aku berputar balik dan lari sekencang-kencangnya, menjauhi rumah. Tapi aku tak bisa. Aku harus tahu diri bahwa ibu lah yang sudah menyekolahkan dan menghidupiku semenjak TK. Sudah sepatutnya aku menurutinya. "Klik" aku memutar gagang pintu. Keberanian dan kepercayaan diriku runtuh ketika aku melihat ibu terduduk. Semua skenarioku buyar.

Aku hilang kontrol. Kacau. Aku bahkan sudah berkata-kata sebelum terlontar pertanyaan dari mulut ibu. Rencanaku untuk berbicara dengan percaya diri dan meyakinkan gagal total, suaraku bergetar hebat dan mataku panas. Setelah menyadari kebodohanku, aku menundukkan kepala. Aku tahu aku sudah runtuh, sudah kalah. Hanya akan mengalir air mataku bila kulanjutkan. Hal yang terjadi selanjutnya sudah bisa kutebak. Ibu meninggikan suaranya. Aku merasa semakin tak berdaya saat ia bilang ia tahu aku berbohong. Ibu memang seakan tahu segalanya, setiap cela dalam diriku. Selanjutnya, seperti biasanya, aku hanya menunduk dan menyembunyikan air mataku.

Inilah harga yang harus kubayar.
***
That's it, another flash fiction i made. I came up with this idea when i saw my step sister caught lying by my mom. She told my mom that she was having tutor at school while actually she was playing in her friend's house. 
This is so random. I'm so random. Just wanna tell you that even the simplest thing happen in daily life can strangely inspire me to write something.
I'm having the national examination in 2 days and my preparation hasn't reach 50% yet......... and now i'm blogging.

Saturday, March 28, 2015

#1 Flash Fiction

     Di kehidupanku yang lain, mungkin sekarang aku sedang bersenda gurau dengan anak-anakku. Aku, seorang wanita karier yang sukses, berpendidikan tinggi. Ibu menghubungiku tiap akhir minggu, menanyakan kabar cucu-cucunya. Sedangkan ayah tak henti-hentinya membujukku agar aku berkunjung dengan anak-anakku. Kakak dan adik sering mendatangiku, memintai saranku. Entah itu kepentingan keluarga, ataupun kepentingan karier. Tetangga-tetanggaku selalu ramah padaku, tersenyum tiap kali berpapasan. Aku aktif menyemarakkan lingkungan tempat tinggalku dengan mengikuti segala kegiatan. Teman-temanku selalu menanyakan kabarku dan sesekali kita menyempatkan diri untuk sekedar bertemu.

     Ah, betapa indahnya kehidupan yang lain itu. Aku tersenyum kecil membayangkannya. Melihatku tersenyum, tangannya menggenggamku lembut. Aku tahu ia pun sedang tersenyum. Mungkin kehidupanku sekarang bersamanya tak seindah bayanganku tadi. Hanya ada aku dan dia, tak ada tawa anak-anak di kehidupan kami. Aku harus berhenti bersekolah tinggi karena orang tuaku tak lagi sudi membiayaiku. Ibuku tak pernah menghubungiku lagi. Ayah mengusirku dari rumah dengan caci-makinya dan tak mengizinkanku kembali ke rumahnya apapun alasannya. Kakak dan adik tak pernah lagi menganggapku saudara. Aku adalah aib bagi keluargaku. Tetangga-tetanggaku selalu tersenyum sinis dengan pandangan 'jijik' ketika kami berpapasan. Aku dikucilkan. Teman-temanku seakan sengaja melupakanku, mengadakan pertemuan tanpaku dan tak pernah menanyakan kabarku.

Friday, March 27, 2015

Crawl


Tak pernah terjadi sekalipun sebelumnya. Semua selalu baik-baik saja setiap harinya. Terlalu lama seperti tak mungkin akan berubah. Aku merasakan guncangan hebat yang

membuatku meringkuk memeluk lutut sambil menggigit bibir. Ketakutan menggelitik punggungku.
Apapun yang akan terjadi, aku hanya bisa pasrah. Aku terlalu kecil, lemah dan tidak berdaya.

Tempat ternyamanku kini terasa lebih dingin dan gelap. Penglihatanku yang memang belum sempurna seakan menjerit, takut kehilangan cahaya dan buta selamanya.
Dinding ruangan ini pun semakin mendesakku tiap detiknya hingga akhirnya menyentuh kulitku.
seakan tahu aku memiliki tulang yang rapuh dan ingin menghancurkanku.

Disana, kulihat setitik cahaya yang semakin mengecil dan memudar. Tiba-tiba dadaku sesak dan panas. Tangan lemahku mulai meraih-raih putus asa. Berharap aku bisa menangkap oksigen. Kaki mungilku mulai menendang-nendang ke segala arah. Berharap bisa mendapatkan ruang lebih untuk bernafas. Namun tempat ini lebih kuat. Tak ada jalan bagi kaki dan tangan mungilku untuk merangkak.

Ya, aku terlalu kecil dan lemah. Tempat ternyamanku kini membunuhku, tak mengizinkaku menyambung asa. Aku pun terdiam, meringkuk dan berdoa dalam hatiku. Hingga perlahan ototku melemah dan kegelapan menyelimutiku. Aku mulai berdamai dengan semesta. Kupasrahkan jiwaku, kubiarkan tubuhku. Sesaat ketika tenang mulai kurasa, kupikir semesta berkata lain. Aku merasakan sesuatu menendang tubuhku dari bawah. Disana, kulihat titik cahaya yang memudar kini semakin terang, dan aku tahu, aku telah di tuntun menuju cahaya itu. Asa dalam jiwaku yang hancur seakan tersusun kembali, aku memejamkan mata dan berteriak bersemangat menuju cahaya itu.

Aku berhasil. Tak lagi terjebak dinding. Hanya tangan besar dan hangat yang terasa memegang tubuhku. Dadaku mulai terisi udara ketika aku membuka mulutku. Aku tak sabar, ingin membuka mataku dan melihat seindah apa tempat selanjutnya yang semesta sediakan untukku.
Saat kubuka mataku..

Monday, August 25, 2014

A trip to the hidden paradise

This is actually a throwback post. I'm so stressed out thinking and worrying about college that i thought i need an escape, i need to travel somewhere. But goddamn the school has just started. So all i can do is just see the old pics.
Here are some pictures taken about 6 months ago.
We were travelling around the beautiful beaches in Sawarna back then.



This was Tanjung Layar beach if i'm not mistaken. It has so many large rocks. To reach the sea water, i need to walk over sharp corals. So i didn't take off my shoes, and let it wet. I was thinking of taking great scenery pics of these large rocks. But when i tried to set my camera my friends were calling me (it's shouting actually) across the rocks, asking me to take pictures of them-_-


So many rocks, eh? They were sharp and slippery. We had to walk slowly or we would lose our head (?) naah not that bad actually:D




A high rock or coral, perhaps. It's like a natural breakwater. I was taking its picture continuously when the wave hit the rock. I made it as a gif.
Click to read more!

Monday, March 3, 2014

We've got ears say cheers!

Hi everyonee! It's a long time since i posted something here :D
So  i decided to share some pics i took last saturday. It's a fantasy festival to celebrate my school's 22nd birthday. Luckily we got mickey mouse as the theme. Too bad that it was not well prepared as we got busy doing school task (an essay) that had to be done a day before the occassion.
We really do it in a rush as we couldn't complete all the stuff we plan to do.
Even if it was frustating and i got my self in despair, the result is good enough to made us smile :)

Here are the decorations. No words to describe except cute!






Saturday, December 7, 2013

7 Top Indonesian Cuisine in My Version

Hello everyone!

Trying hard to sweep spider webs on my screen. lol no. Well, it's been long time since i publish the last post. I'm not running out inspiration but i'm running out my willingness to write hoho. So many inspirations but so lazy to write. 

But today, i come with something different. This idea just came in my mind when i'm eating sate and i realize how i really love indonesian food. I have a truly indonesian tongue although i don't really like rice. Weird isn't it? Can i still be called having indonesian tongue? hoho. Let's just go straight to the point. 
In this post, i would like to share what are indonesian foods that i'll surely miss when i'm abroad. Cause i'm planning to go abroad someday. No, sorry, i'm dreaming to go abroad someday :D

  • Martabak
Martabak is a kind of thick fried pancake. In Indonesia, you can easily found martabak in roadside eateries called kaki lima. Indonesian martabak not only comes in sweets; cheese and chocolates but also savory version that resembles a crispy fried crepe with a curried meat or egg and vegetable filling. 
savory martabak

sweet martabak

  • Padang Food
Padang is a province located in West Sumatera. Padang's culinary is undoubtly famous around Indonesia. If you're Indonesian you surely have tasted one of Padang food. One of the famous Padang food is Rendang. Spicy rich! Much better if eaten with hot rice. Sexy food ever.
click next for more!

Friday, October 4, 2013

You will always there

Dari jiwa kosong di ruang hampa, perlahan aku mulai merasakan tubuhku. Aku merasakan hembusan hangat nafasku sendiri. Aku mengerutkan dahiku dan kubuka mataku. Ku usap keringat yang bercucuran dari dahiku. Aku tak sadar sudah berapa lama tepatnya aku tertidur di atas sofa. Tanpa persetujuan pikiranku, tubuhku telah mengistirahatkan dirinya sendiri. Mungkin tubuh ini lelah menunggu komando dari pikiranku yang bahkan tak sedikitpun memikirkan hal lain selain satu hal yang tak berujung. Mungkin pikiranku tak ingat bahwa ia masih bertanggung jawab atas tubuhku. Mungkin terlalu banyak sekelumit hal-hal tak penting yang membuatnya lupa akan tubuhku. Ya, lelapku kali ini benar-benar mengistirahatkan pikiran dan hati. Walau hanya sebentar, aku sangat bersyukur tuhan masih memberiku nikmat untuk merasakan damai. Damai tanpa pikiran yang tak mau berhenti berputar dan hati yang tak mau berhenti bergolak resah. Ya, walau hanya sejenak.

Friday, July 19, 2013

everything has changed

'klik' aku menutup pintu di belakangku. Seketika aroma pengharum ruangan khas lorong apartemen menggantikan aroma kayu manis hangat dari dalam. Aku menghela nafas panjang, menyenderkan bahuku di dinding lorong dan menghapus senyum dari wajahku. Empat tahun sudah aku menunggu untuk saat-saat tadi. Bertemu dengan mereka lagi. Mereka yang mungkin sudah menjadi bagian dalam hidupku yang lebih penting dari keluargaku. Maaf, mungkin merekalah keluargaku. Karena merekalah yang selalu ada untukku, bukan keluargaku yang sebelumnya tak pernah (mungkin) mengingatku namun tiba-tiba, empat tahun yang lalu memaksaku belajar di negeri mereka berada dan membuatku meninggalkan keluargaku disini. Mereka. 
Ketika tadi aku langkahkan kakiku di dalam ruangan, aku masih teringat bagaimana euforia ingatanku ketika dijejali memori saat dulu kami bekerja sama menciptakan harmoni-harmoni dan menyelaraskan nada-nada. Tapi, ada yang berbeda dengan mereka. 

Saturday, June 29, 2013

Little Sister

Well, at the first time i don't really wanna have another siblings. But then, she just came and i was like omg i wish she stays a baby forever! Sissy, just don't grow up too fast, okay?


Her name is Syakira Salsabila. Syakira means thanks, Salsabila mean heaven's fountain. She was born in the 4th of January this year. So now she's just 5 months. Grow up well sweetie. Be a nice, happy and smart girl. For now, just cry as loud as you can. For then, spread happiness among people and make us proud :)







Monday, June 17, 2013

It's Holiday!


Yuhhhuuu!!! Who's ready fot vacation? Mana suaranya????!!!!!!! 
Actually it's not begin yet. Kan belum bagi rapot. Tapi ga papa deh. Yang penting udah pada siap kan?

Wednesday, April 10, 2013

a paper to save a tree

"Hutan dunia menyusut seluas lapangan sepak bola setiap dua detik."

Kutipan tweet itu di retweet banyak orang di timeline twitter. Coba deh baca lagi, pelan-pelan. Apa yang tergambar di pikiran kalian? Hutan indah seperti gambar di atas, musnah dalam waktu yang singkat. Luas lapangan bola masih kalian pikir gak begitu besar? Lapangan sepakbola kira kira ukurannya 110 m X 75 m. Luasnya sekitar 8.250 meter persegi. Luas kan? Itu baru dua detik. Gimana kalo sehari? Karena sehari sama dengan 8.640 detik, kita bagi dua jadi 4.320. Jadi dalam sehari 4.320 hutan seluas lapangan sepak bola musnah. 4.320 lapangan sepakbola. 4.320.

Sekarang coba deh, kalian inget inget, berapa lembar kertas yang sudah kalian gunakan? Untuk sekolah tepatnya. Berapa batang pohon yang sudah kalian 'tebang' untuk ilmu yang tiap hari kalian keluhkan? Berapa banyak buku yang kalian benar-benar pakai sampai habis? Berapa banyak kertas yang kalian gunain cuma buat iseng gunting-gunting atau corat-coret? Mungkin pada saat kita melakukan hal seperti itu, kita harusnya membayangkan berapa banyak pohon tumbang yang harus kita bayar untuk perbuatan kita itu.
Hewan-hewan terncam punah karena satu sobekan kertas kita untuk perahu-perahuan yang kemudian di buang.

Saturday, February 16, 2013

Just it


Hari ini, gue membaca sebuah surat yang sama sekali gak ada sangkut pautnya dengan gue. Bukan dari gue, bukan pula untuk gue. Tapi lo tau? Gara gara surat itu,  sekarang gue bener-bener percaya kalau kata kata itu memang benar mempunyai 'kekuatan'. Surat itu berisi tentang hidup. Tentang kita hidup di dunia. Memang ga begitu panjang, tapi cukup untuk membuat gue berpikir. Berpikir tentang hidup. Sesuatu yang sudah lama sekali gak gue lakuin, lebih tepatnya gue berhenti melakukannya, karena itu hanya membuat hati pedih, mata panas, karena gue ga ngerti tentang hidup dan bagaimana gue harus menyikapinya. Semuanya terlihat salah. Hidup ini terlihat salah. Gue terlalu banyak memasukkan pendapat orang tentang hidup dan ga pernah sadar, kalau arti hidup kita (re: definisi) itu semestinya kita sendiri yang membuat. Karena hidup orang gak akan pernah sama satu sama lain.

Tuesday, November 6, 2012

Barbie Maybie

Found these barbies and their dresses when i was rearrange my bedroom. They used to be my friends.. Now they just my long lost neglected friends..
I got a nerve to took some pictures of it and create with all of these stuffs..