Saturday, November 26, 2016

Sepi

"Apakah ia kesepian?"
ya, ia merasa sepi.
"Namun mengapa ia selalu menolak ditemani?"
karena hanya orang itu, ia yang meramaikan benaknya di keheningan malam yang bisa mengusir sepinya yang membekukan kalbu. 
"..........."
bukanlah siapa-siapa lagi.
"jadi dia akan menunggu?"
Ya, ia akan menunggu orang itu memohon diri. Menemaninya dalam sepi yang kelak menjadi hangat karenanya.


Friday, November 25, 2016

"Lisa, pergi dari situ. Percaya padaku. Jangan dengarkan dia,"
Selangkah demi selangkah aku mendekatinya yang masih berdiri terpaku di sebrang ruangan.
Di sampingnya, berdiri pria itu. Pria yang selalu menggunakan setelan hitam kaku. Ia menatapku dan menyeringai. Dengan nada yang sama, ia menyalin kata-kataku,
"Lisa, pergi dari situ. Percaya padaku. Jangan dengarkan dia."

Aroma nafasnya menyeruak, membuat udara ruangan berbau darah. Hawa dingin menggelitik punggungku.
Namun, tak sedikit pun Lisa beranjak, malah merosot tubuhnya. Terduduk ia di atas permadani dengan bahu berguncang. Isak tangisnya memecah keheningan malam.
"Tidak, jangan lakukan ini lagi. Kumohon, Han,"
Ia memeluk lututnya, menatapku dengan tatapan yang membuat ngilu hati. Air matanya mengalir deras.
"Kau harus menjauh darinya. Ia menyembunyikan pisau dibalik jas hitamnya!"
Teriakku menghentikan isaknya sesaat.
Seringai pria itu makin ganas. Perlahan ia selipkan tangan kanannya dalam jas hitamnya.

Tuhan, jangan.

Sebelum aku sempat melangkah, benda itu sudah digenggamnya. Sebuah belati yang telanjang. Menjadi jelas dan berkilauan memantulkan cahaya rembulan.
Keringat menetes dari dahiku. Aku terpaku sesaat. Namun isakan Lisa yang kembali terdengar menyadarkanku.
Segera aku berlari. Tanpa ampun kutabrak angin dan kuhajar jarak. Hening malam makin terbunuh dengan suara perabotan berkelontangan terjatuh.

Thursday, November 24, 2016

Inhuman

I was miles away when the screen suddenly went blank and the lights went on. Everyone rises from their seat with their hands clapping. I startled and quickly shake my head to get out of my reverie. 
Still in confusion, I join the standing crowd, contributing the noise with an awkward applause.

The movie must be so amusing as giggles and laughter fill the room with warmth.
And I must have lost track. 
To appraise, the movie was great and amazing.
Yet it left me no feeling of amusement. I neither feel fascinated nor impressed. But it was not about the movie. And I have no sentence as the reason.

I look around my surrounding. 
Scanning the spacious room, I am hoping to find another pair of eye with empty stare among this crowd.
But I could not find another human being with bored face just like mine. 

Friday, November 11, 2016

Have I told you yet?


Have I told you yet?
I am afraid of darkness
Yet I couldn't stand brightness

Have I told you yet?
I fear of getting lost
Yet I want to be a free bird

Have I told you yet?
I am afraid of love
Yet I am longing for tenderness

Have I told you yet?
I fear of being messed up
Yet I live with chaotic mind

Have I told tou yet?
I am terrified to see you turn your back on me
Yet I'm helpless to see you in the eye