Showing posts with label E-novel. Show all posts
Showing posts with label E-novel. Show all posts

Friday, April 10, 2015

Another Flash Fiction


Matahari mulai merendah. Sinar jingganya mengintip dan menyelinap dari balik gedung-gedung. Aku menutup pagar rumah temanku dan berjalan menapaki gang kecil menuju jalan raya. Hari ini benar-benar menyenangkan. Bermain bersama teman, menjadi diri sendiri dan melakukan hal-hal normal lainnya yang biasa dilakukan anak sekolah dasar. Sesekali, aku memang perlu melakukan hal-hal semacam itu. Aku berhak memperoleh kesenangan walaupun aku tahu, akan ada harga yang harus kubayar untuk kesenangan kecil itu. 

Aku terus berjalan hingga gang rumahku tinggal beberapa langkah lagi. Aku memperlambat langkahku. Kesenganganku mulai terhapus, digantikan oleh kegelisahan. Otakku mulai berpikir tentang apa yang harus kukatakan pada ibu. Tidak mungkin aku jujur, aku telah meninggalkan  tanggung jawabku hanya untuk bermain. Ibu pasti marah besar. Ah, tak apalah, aku berbohong untuk kebaikanku kali ini. Rasanya lebih baik berdosa daripada dimarahi ibu. 

Kubayangkan pertanyaan yang akan dilayangkan ibu dan bagaimana aku akan dengan percaya diri menjawabnya. Namun, semakin aku dekat dengan rumah, keberanianku semakin goyah. Ingin sekali aku berputar balik dan lari sekencang-kencangnya, menjauhi rumah. Tapi aku tak bisa. Aku harus tahu diri bahwa ibu lah yang sudah menyekolahkan dan menghidupiku semenjak TK. Sudah sepatutnya aku menurutinya. "Klik" aku memutar gagang pintu. Keberanian dan kepercayaan diriku runtuh ketika aku melihat ibu terduduk. Semua skenarioku buyar.

Aku hilang kontrol. Kacau. Aku bahkan sudah berkata-kata sebelum terlontar pertanyaan dari mulut ibu. Rencanaku untuk berbicara dengan percaya diri dan meyakinkan gagal total, suaraku bergetar hebat dan mataku panas. Setelah menyadari kebodohanku, aku menundukkan kepala. Aku tahu aku sudah runtuh, sudah kalah. Hanya akan mengalir air mataku bila kulanjutkan. Hal yang terjadi selanjutnya sudah bisa kutebak. Ibu meninggikan suaranya. Aku merasa semakin tak berdaya saat ia bilang ia tahu aku berbohong. Ibu memang seakan tahu segalanya, setiap cela dalam diriku. Selanjutnya, seperti biasanya, aku hanya menunduk dan menyembunyikan air mataku.

Inilah harga yang harus kubayar.
***
That's it, another flash fiction i made. I came up with this idea when i saw my step sister caught lying by my mom. She told my mom that she was having tutor at school while actually she was playing in her friend's house. 
This is so random. I'm so random. Just wanna tell you that even the simplest thing happen in daily life can strangely inspire me to write something.
I'm having the national examination in 2 days and my preparation hasn't reach 50% yet......... and now i'm blogging.

Friday, October 4, 2013

You will always there

Dari jiwa kosong di ruang hampa, perlahan aku mulai merasakan tubuhku. Aku merasakan hembusan hangat nafasku sendiri. Aku mengerutkan dahiku dan kubuka mataku. Ku usap keringat yang bercucuran dari dahiku. Aku tak sadar sudah berapa lama tepatnya aku tertidur di atas sofa. Tanpa persetujuan pikiranku, tubuhku telah mengistirahatkan dirinya sendiri. Mungkin tubuh ini lelah menunggu komando dari pikiranku yang bahkan tak sedikitpun memikirkan hal lain selain satu hal yang tak berujung. Mungkin pikiranku tak ingat bahwa ia masih bertanggung jawab atas tubuhku. Mungkin terlalu banyak sekelumit hal-hal tak penting yang membuatnya lupa akan tubuhku. Ya, lelapku kali ini benar-benar mengistirahatkan pikiran dan hati. Walau hanya sebentar, aku sangat bersyukur tuhan masih memberiku nikmat untuk merasakan damai. Damai tanpa pikiran yang tak mau berhenti berputar dan hati yang tak mau berhenti bergolak resah. Ya, walau hanya sejenak.

Friday, July 19, 2013

everything has changed

'klik' aku menutup pintu di belakangku. Seketika aroma pengharum ruangan khas lorong apartemen menggantikan aroma kayu manis hangat dari dalam. Aku menghela nafas panjang, menyenderkan bahuku di dinding lorong dan menghapus senyum dari wajahku. Empat tahun sudah aku menunggu untuk saat-saat tadi. Bertemu dengan mereka lagi. Mereka yang mungkin sudah menjadi bagian dalam hidupku yang lebih penting dari keluargaku. Maaf, mungkin merekalah keluargaku. Karena merekalah yang selalu ada untukku, bukan keluargaku yang sebelumnya tak pernah (mungkin) mengingatku namun tiba-tiba, empat tahun yang lalu memaksaku belajar di negeri mereka berada dan membuatku meninggalkan keluargaku disini. Mereka. 
Ketika tadi aku langkahkan kakiku di dalam ruangan, aku masih teringat bagaimana euforia ingatanku ketika dijejali memori saat dulu kami bekerja sama menciptakan harmoni-harmoni dan menyelaraskan nada-nada. Tapi, ada yang berbeda dengan mereka. 

Thursday, May 30, 2013

Must Read Fantasy Novels

  • Tunnels Sequel
Nah, ini dia. Sequel yang paling bisa bikin deg-degan beneran saat membacanya! Novel ini di tulis oleh dua orang penulis, Roderick Gordon & Brian Williams. Ceritanya bener-bener bikin greged pengen tau akhirnya. Novel ini menceritakan petualangan seorang anak yang namanya Will mencari ayahnya yang misterius hilang. Terus dia nemu semacam terowongan galian ayahnya di ruang kerja. Dan jeng jeng jeng ternyata ada dunia di dalam tanah. Pokoknya seru bangeeeeeeeeeeet. Must read! Tapi banyak yang awalnya bosen duluan karena di novel seri pertama yang judulnya tunnels, belum ada keseruan, baru apa ya kaya penjelasan asal mulanya gitu. Jadi banyak yang kira ga seru. Padahal? BEEEEEHHHHHH. Di antara novel-novel koleksi, ini yang terfavorit! New York times best seller juga kalo gak salah. Sequel ini yang bikin saya ketagihan novel fantasi :3

Ini sequelnya. Ada 5 buku. Sayangnya saya belum punya yang spiral:( ga punya uang:( Sedihnya bakal berakhir 6 buku dan yang terakhir belum diterbitin di indo. Terminal judulnya.

Wednesday, January 16, 2013

Kenapa terjadi gerhana? (versi mitos)


Sebenernya ini materi buat story telling speaking nanti. Tapi karena menurut gue ini mitosnya seru, bisaan, yaaa mungkin akan sedikit menghibur nih yaa..
Judul mitos ini sih sebenernya "Batara Kala" dan asalnya ini mitos jawa. Tapi mitos ini udah cukup terkenal sebagai cerita rakyat, terus dipelajarin sama orang-orang luat negeri. Keren kan?

Ya, jadi ceritanya gini, ada raksasa yang jahat dan ghuweddhe bhuangedh (....) namanya ya itu, Batara Kala. Pokoknya dia itu jahat banget, suka ngebunuh orang, apalagi anak-anak. Rambutnya terbuat dari apa gitu, jadi dia ditakutin lah sama orang-orang.

Nah, pada suatu hari, Batara Guru (dewanya para dewa) ngundang semua dewa dan dewi buat ke surga dan minum air sakti yang namanya "Tirta Amertasari" kalo ga salah. Nah nama itu artinya the water of immortality, jadi anyone who drinks it, she or he will never die. Pas itu, Batara Kala sengaja ga di undang karena dia kan emang jahat, ya jadi buat apa gitu, ga penting. Tapi, dia ternyata malah terbang ke surga dan sembunyi-sembunyi nyuri air suci itu. Untungnya, ada batara Surya, dia DEWA MATAHARI sama ada Batari Chandra, dia DEWI BULAN nah jadi pasangan dewa dewi ini ngeliat kelakuan Batara Kala dan langsung lapor ke Batara Vishnu, god keeper of the universe.

Sunday, April 22, 2012

Bagian 2: Izin ke toilet saat Try Out Ujian Nasional dan tak kembali.. (Horror)

Bagian 1 klik INI

Saat soal mulai dibagkan, mataku tak berhenti memandangi Ola yang duduk satu bangku lebih depan dan berada disamping kananku. Namun tak seperti biasanya, ia seperti terbengong-bengong memandangi LJK yang disediakan. Ia terlihat menghitamkan satu bagian lalu menghapusnya lagi dan begitu seterusnya hingga terus kosong. Pada menit ke 45, ia berhenti melakukan itu, ia menyandarkan dan menghempaskan tubuhnya ke kursi. Ah, makin penasaran saja aku, padahal dia murid paling jenius disini. Saat, secara tak sadar aku menatapnya, ia menatapku balik, kali ini dengan tatapan tajam yang belum pernah aku lihat, karena biasanya ia hanya memberikan tatapan kosong. Aku tersentak lalu pura pura sibuk menghitamkan LJK di atas mejaku. Ia kembali memandangi mejanya dan tak melakukan apapun. Tiba-tiba ia izin pergi ke toilet.

Izin ke toilet saat Try Out Ujian Nasional dan tak kembali.. (Horror)

Ola Alaok, siswi SMPN 1 Kota Serang tahun 1968/1969 terkenal akan pribadinya yang tertutup dan pendiam namun jenius. Mengaku sering di kucilkan dan dihina oleh teman-temannya, Ola melampiaskan perasaannya pada buku pelajaran. Makin ia di bully, makin penuh otaknya akan enzim-enzim, fungsi-fungsi relasi, resensi buku dan rumus-rumus mengukur tekanan ke atas air terhadap ikan di dalam akuarium. 

Hingga pada suatu hari, Ola benar-benar di bully hingga ia menjadi sangat tertekan dan secara membabi buta menjejalkan tiap kata yang dibacanya dalam buku bahasa Indonesia ke dalam otaknya. Saat ditanya, "Mengapa harus buku Bahasa Indonesia yang jadi pelampiasan?" dengan tatapan kosongnya ia menjawab

Wednesday, October 19, 2011

Cerita

Aku duduk di atas pagar balkon yang pemandangannya langsung ke lembah hijau dan sawah-sawah. Ku tarik nafas panjang, ahh segarnya udara di sini. Domba domba di padang ruput yang hijau itu terlihat seperti gumpalan kapas kecil-kecil. Di samping padang rumput tempat domba digembala, air sungai jernih yang turun dari air terjun kecil mengairi sawah-sawah petani. Suara kincir air di sungai itu terdengar lembut bagai alunan angklung dari sini. Aku membuka backpack ku, dan ku keluarkan kamera digital slrku ke pangkuanku. Aku meneliti objek-objek, mencari sudut yang sempurna. Ku intai suatu objek, ku putar lensa kameraku, ku pertajam dan perbesar objek itu dan "hup" aku menahan nafas dan dengan cekatan ku tekan tombol shutter. "Fiiii pinjem kameraaaa sinih," seseorang memanggilku. "Apasih lagi dipake.. Baru juga pegang," jawabku malas. Aku melanjutkan aktivitasku tadi, mengambil gambar. "Buruan Fiaa, punya Avinya lowbatt, ga bawa chargeeeer!" Avi, kembaranku kini menarik narik lenganku, membuyarkan konsentrasiku, gambar yang ku ambil