Tak pernah terjadi sekalipun sebelumnya. Semua selalu baik-baik saja setiap harinya. Terlalu lama seperti tak mungkin akan berubah. Aku merasakan guncangan hebat yang
membuatku meringkuk memeluk lutut sambil menggigit bibir. Ketakutan menggelitik punggungku.
Apapun yang akan terjadi, aku hanya bisa pasrah. Aku terlalu kecil, lemah dan tidak berdaya.
Tempat ternyamanku kini terasa lebih dingin dan gelap. Penglihatanku yang memang belum sempurna seakan menjerit, takut kehilangan cahaya dan buta selamanya.
Dinding ruangan ini pun semakin mendesakku tiap detiknya hingga akhirnya menyentuh kulitku.
seakan tahu aku memiliki tulang yang rapuh dan ingin menghancurkanku.
Disana, kulihat setitik cahaya yang semakin mengecil dan memudar. Tiba-tiba dadaku sesak dan panas. Tangan lemahku mulai meraih-raih putus asa. Berharap aku bisa menangkap oksigen. Kaki mungilku mulai menendang-nendang ke segala arah. Berharap bisa mendapatkan ruang lebih untuk bernafas. Namun tempat ini lebih kuat. Tak ada jalan bagi kaki dan tangan mungilku untuk merangkak.
Ya, aku terlalu kecil dan lemah. Tempat ternyamanku kini membunuhku, tak mengizinkaku menyambung asa. Aku pun terdiam, meringkuk dan berdoa dalam hatiku. Hingga perlahan ototku melemah dan kegelapan menyelimutiku. Aku mulai berdamai dengan semesta. Kupasrahkan jiwaku, kubiarkan tubuhku. Sesaat ketika tenang mulai kurasa, kupikir semesta berkata lain. Aku merasakan sesuatu menendang tubuhku dari bawah. Disana, kulihat titik cahaya yang memudar kini semakin terang, dan aku tahu, aku telah di tuntun menuju cahaya itu. Asa dalam jiwaku yang hancur seakan tersusun kembali, aku memejamkan mata dan berteriak bersemangat menuju cahaya itu.
Aku berhasil. Tak lagi terjebak dinding. Hanya tangan besar dan hangat yang terasa memegang tubuhku. Dadaku mulai terisi udara ketika aku membuka mulutku. Aku tak sabar, ingin membuka mataku dan melihat seindah apa tempat selanjutnya yang semesta sediakan untukku.
Saat kubuka mataku..
Aku menangis. Berteriak sejadi-jadinya. Menggapai-gapai udara putus asa. Aku ingin kembali ke tempatku.
Karena aku tahu, aku telah terlahir ke sebuah dunia.
Dunia yang lebih dingin dan gelap.
pic: pixshark.com

No comments:
Post a Comment