Yang dijaga mati-matian, tak kujumpai di mana pun.
Ia hilang.
Menambah luas kekosongan.
Kepada bayang-bayang dalam cermin, jiwa sekaratku bertanya,
Di mana ia yang kemarin berapi-api?
Di mana renjanaku?
Ia menatapku dengan iba. Menunjuk tepat ke dadaku.
Ia tetap di sana.
Tapi ia padam.

No comments:
Post a Comment