Ola Alaok, siswi SMPN 1 Kota Serang tahun 1968/1969 terkenal akan pribadinya yang tertutup dan pendiam namun jenius. Mengaku sering di kucilkan dan dihina oleh teman-temannya, Ola melampiaskan perasaannya pada buku pelajaran. Makin ia di bully, makin penuh otaknya akan enzim-enzim, fungsi-fungsi relasi, resensi buku dan rumus-rumus mengukur tekanan ke atas air terhadap ikan di dalam akuarium.
Hingga pada suatu hari, Ola benar-benar di bully hingga ia menjadi sangat tertekan dan secara membabi buta menjejalkan tiap kata yang dibacanya dalam buku bahasa Indonesia ke dalam otaknya. Saat ditanya, "Mengapa harus buku Bahasa Indonesia yang jadi pelampiasan?" dengan tatapan kosongnya ia menjawab



